Bersihkan badan angsa secara menyeluruh, buang lemak berlebih di dalam rongga angsa. Tepuk-tepuk hingga kering dengan tisu dapur.
Dalam sebuah mangkuk, campurkan kecap asin, anggur Shaoxing, bubuk ngo hiong, lada putih bubuk, garam, dan gula. Oleskan bumbu marinasi secara merata ke bagian dalam rongga angsa.
Masukkan adas bintang, kayu manis, irisan jahe, dan daun bawang ke dalam rongga angsa. Tutup lubang dengan tusuk gigi atau jarum dan benang untuk mencegah bumbu keluar.
Gantung angsa atau letakkan di atas rak, di atas bak cuci piring. Siramkan air mendidih secara perlahan dan hati-hati ke seluruh kulit angsa hingga kulit mengencang dan halus. Putar angsa untuk memastikan semua sisi tersiram.
Dalam mangkuk terpisah, aduk rata gula maltosa, cuka beras putih, dan 200 ml air. Oleskan secara merata ke permukaan kulit angsa yang sudah disiram air panas.
Gantung angsa di tempat yang sejuk dan berventilasi baik, sebaiknya dengan kipas angin, selama minimal 4-6 jam, atau sebaiknya semalaman (12-16 jam), hingga kulit angsa benar-benar kering dan kencang. Ini adalah langkah penting untuk menghasilkan kulit yang renyah.
Panaskan oven hingga 200°C (390°F).
Letakkan angsa yang sudah dikeringkan angin dengan bagian dada menghadap ke atas di atas rak di dalam loyang. Panggang selama 30 menit.
Turunkan suhu oven menjadi 160°C (325°F). Lanjutkan memanggang selama 90-120 menit, olesi sesekali dengan minyak angsa yang menetes, hingga kulit angsa berwarna keemasan dan renyah, serta suhu internal di bagian paling tebal kaki angsa mencapai 82°C (180°F).
Keluarkan angsa dari oven, diamkan setidaknya 15-20 menit sebelum dipotong. Ini akan memungkinkan sari daging merata kembali, membuat daging lebih empuk dan beraroma.
Potong angsa panggang menjadi ukuran sekali suap. Sajikan selagi panas, bisa ditambahkan sedikit kecap asin dan minyak wijen.
Masak ini di aplikasi — simpan & lihat menu malam ini
Unduh